Pemeriksaan Sarwendah sebagai Saksi Ruben Onsu

Pemeriksaan Sarwendah Sebagai Saksi Korban Kini Jadi Sorotan Publik Setelah di Panggil Polisi Terkait Laporan Ruben Onsu

Pemeriksaan Sarwendah Sebagai Saksi Korban Kini Jadi Sorotan Publik Setelah di Panggil Polisi Terkait Laporan Ruben Onsu. Kedatangan Sarwendah ke Polda Metro Jaya bukan sebagai tersangka, melainkan sebagai salah satu saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang menimpa anak mereka, Thalia Putri Onsu. Pemeriksaan ini berlangsung secara intens dan mencerminkan langkah hukum yang serius dari pihak aparat.

Pemeriksaan Sarwendah mengungkap sejumlah fakta menarik selama proses hukum berlangsung. Selain di dampingi kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menjalani tanya jawab intens dengan penyidik selama berjam‑jam untuk membantu memperkuat penyelidikan. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya agar proses hukum ini bisa memberi efek jera bagi pihak yang menyebarkan konten fitnah dan hoaks mengenai keluarganya, khususnya yang menyangkut anak‑anaknya.

Kronologi Panggilan dan Pemeriksaan Polisi

Kronologi Panggilan dan Pemeriksaan Polisi berjalan ketika pihak kepolisian menerima laporan resmi dari Ruben Onsu terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Polisi memanggil Sarwendah sebagai saksi korban untuk memberikan keterangan secara langsung. Proses ini bertujuan agar penyidik dapat mengumpulkan bukti dan memastikan fakta mengenai penyebaran konten bohong yang menyinggung keluarga mereka.

Polisi mulai memproses laporan Ruben Onsu terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Mereka kemudian memanggil Sarwendah sebagai saksi korban untuk memberikan keterangan. Pemanggilan ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengumpulkan bukti dan memastikan fakta terkait penyebaran konten bohong yang menyasar keluarga mereka.

Ruben Onsu melaporkan pemilik akun TikTok dan Instagram “@vina.run” ke Polda Metro Jaya karena konten tersebut menyebarkan narasi bohong yang mempertanyakan status anak mereka sebagai anak kandung. Isu ini menjadi dasar pelaporan resmi ke pihak kepolisian.

Sarwendah datang ke Direktorat Reserse Siber  Polda Metro Jaya pada akhir Januari 2026. Penyidik menanyainya selama 3,5 jam, mencakup fakta lapangan dan bukti yang beredar di media sosial. Polisi berharap pemeriksaan ini bisa mengungkap peran akun terlapor dan motif penyebaran konten fitnah.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan kliennya hadir sebagai warga negara yang taat hukum. Ia ingin memberikan keterangan selengkap mungkin demi proses yang adil. Chris juga meminta masyarakat berhenti menyebarkan hoaks, khususnya yang menyinggung anak di bawah umur.

Tindak Lanjut Polisi dan Sikap Kuasa Hukum

Tindak Lanjut Polisi dan Sikap Kuasa Hukum terlihat setelah pemeriksaan Sarwendah. Pihak kepolisian aktif menelusuri bukti digital dan jejak konten yang viral untuk mengungkap identitas asli pemilik akun terlapor. Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan dan menekankan pentingnya keadilan serta perlindungan hak kliennya dari fitnah yang tersebar.

Polisi terus menindaklanjuti laporan Ruben Onsu setelah pemeriksaan Sarwendah. Penyidik menelusuri konten viral dan mencari bukti digital untuk mengungkap identitas asli di balik akun tersebut. Langkah ini penting untuk memperkuat dasar hukum sebelum meningkatkan kasus ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.

Chris Sam Siwu menegaskan pihaknya menolak jalur damai dengan pemilik akun yang menyebarkan fitnah. Ia ingin kasus ini memberi efek jera agar praktik serupa tidak terulang di media sosial. Chris menyatakan pihaknya bersyukur polisi menanggapi laporan dengan serius dan profesional.

Langkah hukum Ruben Onsu dan dukungan Sarwendah menunjukkan upaya melindungi keluarga dari fitnah dan pencemaran nama baik. Meski hubungan pribadi mereka dinamis, polisi tetap menjadi jalur utama dalam menyelesaikan konflik ini. Semua proses di lakukan melalui Pemeriksaan Sarwendah.